Group Travelling vs. #GoShow ala Wardhana’s Family

Sebenernya selama saya travelling dalam dan luar negeri, saya udah pernah ngerasain tipe travelling ala backpackers, group travelling with strangers, group travelling with my big families, dan ala ala go-show nya keluarga saya. Untuk yang backpackers waktu itu sih cuma ngerasain pas di Pulau Pramuka sama Singapore, kalo group travelling with totally strangers waktu Euro-trip tahun lalu, nah kalo ala ala go-show ini yang jadi ciri khas keluarga inti saya. Biasanya sih pas udah sampe sana, ujungnya bingung mau ngapain. Haha. Saya sebenernya bukan pakar travelling banget, tapi ya sekedar share aja buat yang berniat untuk travelling dan bingung mau pake ‘jalur’ travelling yang mana, ya let me share my experience with these 2 type of travelling.

Travelling with big groups and a tour guide.

  • Cocok untuk kalian yang pengen ngunjungin banyak tempat/negara/kota, tapi cuma punya waktu cuti atau liburan yang terbatas.

Karena biasanya di awal kita udah dapet itinerary lengkap, mau kemana aja, hari 1-2, dan seterusnya. Buat saya pribadi kalo kalian cuma mau ngunjungin satu negara, mending gausah pake tour. Karena tour and travel biasanya selalu padet tiap harinya, dan kesannya akan terlalu terburu-buru. Tapi kalo emang tujuan kalian mau mampir ke banyak kota/negara kayak keliling Eropa, ya lebih baik pake paket dari tour and travel yang ada.

  • Terima jadi.

Dengan adanya tour guide, ya kalian tinggal duduk santai semua udah diurus sama si tour guide. Mulai dari check in bandara, imigrasi, hotel, makan, semuanya lengkap. Tapi, harus mau diatur loh ya.

  • Meeting new people.

Trip saya ke Europe tahun lalu, menemukan saya dengan orang-orang baru yang alhamdulillah tipikal orangnya banyak yang down-to-earth, ga resek, dan ya untungnya sepaham. Terlebih lagi tour guidenya yang oke! Mungkin saya sekeluarga bisa disebut beruntung. Tapi, ga semua tour group yang kayak gini. Mungkin ada yang bakal ketemu dengan tipikal orang-orang yang rempong, suka ngatur, dan sebagainya. Tapi, inget, tujuan kita trip buat seneng-seneng, bukan ngajak tawuran. So, that’s why a consideration is a must!

  • Consideration is a must!

Travelling with strangers, sometimes a bit annoying. Karena kalian harus kompromi dengan kemauan begitu banyak orang dalam satu grup itu. Misalnya, pengen nyobain makanan tradisional ini, tapi belum tentu peserta yang lain mau. Atau mau mengunjungi tempat A, sedangkan yang lain mau ke tempat B. Dan yang lebih pasti, kalian harus punctual banget sama itinerary dari si tour guide. Misalnya, kalian telat bangun aja bisa mempengaruhi travel itinerary satu grup. Jangan harap cuma bisa minta maaf cengangas cengenges terus that’s it. Siap-siap aja disinisin satu grup cuma gara-gara telat (ya kalo emang dapet tipikal grup yang resek).

  • Time is ticking.

Buat orang yang tipikal kayak saya ini (read my previous post about Seeing the local’s perspective), diburu-buruin pasti ga enak banget. Kalian baru turun bus, mau sekedar foto-foto atau nongkrong liat sekeliling juga terbatas, tiba-tiba udah disuruh naik bus lagi. Waktu saya di Milan, bersama grup tour, itinerary-nya dijadwalkan 2,5 jam untuk shopping di Duomo dan nanti berkumpul dalam keadaan sudah makan siang. Tapi, keluarga saya lain, mau ngejar ke San Siro Stadium demi adek dan papa. Mumpung di Milan. Intinya, kita sempet nyasar karena dari Duomo ke San Siro, kita harus naik tram (without the tour guide of course), dan sempet bingung nyari booth ticket tramnya dimana. Pas balik, waktu udah mepet sekali buat kumpul, dan kita berempat belom makan siang. Akhirnya, yang kita udah duduk di satu restoran pizza (lupa namanya), terpaksa bilang untuk langsung di take away. Dan, lama juga jadinya. Akhirnya, kita terpaksa lari-lari ke bis supaya ga telat. Nyampe sih tepat waktu, tapi man, ternyata ada juga yang telat. Terus jadi bete. Terus gaenak deh. No consideration of others will make your trip awful. Trust me.

Go-Show (ala Wardhana’s family).

Okay, ini tipikal travelling favorit saya. Mehehehe.

  • Cocok untuk kalian yang cuma travel di 1/2 negara atau kota.

Disini kesempatan kalian untuk explore kota itu lebih dalam dan lebih santai. Bisa lebih lama di tempat yang menurut kalian lebih oke buat foto-foto atau nyaman buat sekedar duduk-duduk. Dan yang terpenting, kalian bisa ngeliat dan ngerasain gimana menjadi bagian dari hiruk pikuk kota dan aktivitas lokal disana.

  • Have your mobile phone data roaming package on. Either beli kartu lokal, atau aktivasi dari provider dari daerah asal kalian.

But no, ini bukan buat update location Path, instagram, snapchat, friendster, apapun itu. This is your life guide selama di negara/kota orang. GPS. Pengalaman saya, gapake GPS pas di Busan, berakibat saya harus jalan kaki ke tujuan saya yang cuma 1km jadi 7km. Dan itu disudahi dengan menyerah naik taksi aja karena tiba-tiba pedestriannya mentok, dan saya ngeliat papan penunjuk arah menuliskan kata arah Seoul. Yup, hampir jalan kaki masuk jalan tol. Nice one. Kenapa mesti GPS? Kenapa ga pake map biasa aja yang kertas gitu? Pertama, ribet. Buka-buka kertas map segaban ditengah jalan. Kedua, GPS bisa ngedetect kalian posisi dimana, berapa jauh lagi tujuannya, bahkan harus ngarah ke utara-selatan-barat-timur dan sebagainya.

  • Bikin itinerary yang fleksibel.

Ini yang saya bilang #goshow ala Wardhana’s family.Bukan berarti bener-bener gaada tujuan. Tapi bikin itinerary yang bisa disesuaikan dengan mood dan kondisi yang ada. Misalnya, pas natal tahun lalu kita ke Hongkong. Kita udah bikin destinasi mau kemana aja per hari sebelum kita berangkat ke Hongkong. Tapi kita ga bikin per jam. Itinerary per jamnya kita bikin semalem sebelum trip ke destinasi tersebut. Dan kita ga ngoyo orangnya, misalnya pas di Victoria’s Peak, kita sempet ngabisin waktu sampe 4 jam cuma buat keliling-keliling dan minum kopi. Karena cuacanya enak banget, dingin-dingin sejuk yang bikin pengen minum yang anget-anget. Tadinya, kita udah ngerencanain mau ke Causeway Bay lah, mau langsung ke Victoria Harbour, dsb. Tapi karena saat itu kita lagi seneng dan pewe banget duduk-duduk di Victoria’s Peak itu, yaudah nikmatin aja dulu selama mungkin sampe bosen.

  • Travel with public transportation.

The first thing, we did as soon as we landed, is to buy subway or public transportation ticket. Biasanya sekaligus beli paket yang bisa provide perjalanan sampe hari terakhir. Pokoknya sebisa mungkin, kalo ngedatengin negara/kota dengan public transportation yang lengkap, hindari taksi. Coba beberapa moda transportasi kayak tram, bus, subway, boat, apapun itu. Kapan lagi coba, ngerasain moda transportasi yang ga ada di Jakarta. Taksi is the very last option kalo udah kepepet banget.

  • Wear your most comfortable outfits, and most important, SHOES!

This applies not only for girls, but boys too. Kalian bakal lebih sering jalan, dibandingkan travel dengan tour, yang paling cuma turun bus, naik bus, jalan dikit, udah. Biasanya sih saya lebih prefer pake sneakers kalo keluar negri, tapi punya cadangan sendal juga. Sendalnya sendal jepit lagi. Udah gaada manis-manisnya deh. Hindari high heels, wedges atau apapun itu (buat cewek), atau yang buat cowok, sepatu leather atau apapun yang bikin kaki lecet. Yang ada kalian malah bete atau kesakitan selama jalan, terus malah gabisa nikmatin tripnya. Comfort first, looks is second.

Phew. Panjang ugak. Tapi mudah-mudahan sih bisa jadi bahan pertimbangan buat kalian yang mau travelling ke luar negeri/dalam negeri. Yang perlu diinget, jangan mudah ngejudge masing-masing tipe traveller ya. Misalnya, yang backpacker/go show ngejudge yang pergi dengan tour & travel kesannya ‘manja’, hedon, dan sebagainya. Sebaliknya, yang pergi sama tour & travel ngejudge backpacker travellers ga asik, repot, dan lainnya. Sama aja kok sebenernya, tergantung tujuan kalian mau travelling itu apa, dan yang terpenting yang paling sesuai buat diri kalian itu yang mana. Happy travelling, my dear wanderers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s