Seeing the local’s perspective

‘Travel as much as you can, as far as you can, as long as you can. Life is not meant to be lived in one place.’ – Anonymous

Kayaknya hampir semua orang pasti masukin travelling sebagai bucket list, hobby, atau yang paling enak bisa jadi bagian kehidupannya sehari-hari. Including me, of course. Tapi yang sebenernya agak menyesal kebanyakan malah ke luar negeri dibanding menjelajah keliling negara sendiri. Songong banget ya kayaknya haha udah untung bisa ke luar negri malah nyesel. But, that’s not the point. Hmm, travellers or may I say, wanderers, biasanya punya tipikal travellingnya masing-masing. Backpackers, leisure, adventure, touring, banyak deh. Kalo saya sendiri sebenernya flexible antara backpackers atau yang leisure. Kalo untuk adventure atau touring, duh ga dulu deh, jujur, saya cupu banget kalo disuruh naik gunung, atau nyelem atau apapun itu. As long as I stay on the ground, I’m happy.

Untuk destinasi yang saya sukai akhir-akhir ini, mostly CITIES, big or small one (or you may call it town, village, etc). Boring banget ya kayaknya, kayak bisa nebak, maunya ya yang modelan turis gitu, ke tourist attraction, foto-foto, belanja, belanji. Itu juga sih, tapi main purposenya, I want to see -and to be seen, as a local. Makanya kalo orang nanya, yang paling berkesan kalo saya travelling itu bukan ngunjungin tempat A-B-C, tapi perasaan saat saya duduk sambil dengerin lagu di taman dekat Lugano Lake, Italy atau pas saya jalan keliling Hongkong, naik subway, minum kopi deket plaza di Victoria’s Peak. I loved to see and do what locals do. Sebenernya ga terlalu suka travelling sama rombongan pake tour guide, ada keuntungannya sih tau sejarah dan semua serba instan. Tapi yang sebelnya, saya jadi gabisa stay terlalu lama di satu tempat untuk merasakan sekedar beberapa jam menjadi orang lokal. Dan saya juga baru sadar, kayaknya foto travelling saya malah kebanyakan foto-foto ga penting kaya duduk di taman, ngopi, jalan kaki. Foto di tourist attractionnya malah jarang. I don’t know why, ga terlalu excited aja buat foto-foto. Dan anehnya, paling senengggg kalo orang local setempat ngira saya emang tinggal di negara itu hihi. Paling sering sih dikirain jadi orang Turki (pas umroh), terus di rest area perjalanan antara Spanyol-Portugal, sempet disamperin orang lokal dan diajak ngomong bahasa Spanyol. Nah, hal ini juga yang sebenernya jadi motivasi untuk setiap saya travelling, saya mau belajar bahasa negara yang dituju itu. Biar bisa komunikasi dengan orang lokal.

IMG_6700
Salah satu hasil wandering around di Hongkong. There’s no wayyyy you could find this spot on traveladvisor or anything else. Gang ini agak tersembunyi tapi masih termasuk di daerah Causeway Bay Street, shopping street teramai di Hongkong. Ga sengaja lewat dan this spot attracted me much more than those tourist attractions. Dan akhirnya, malemnya nyempetin makan di sini.

Ada cerita cukup menarik sih, menurut saya, karena saya yang ga pedean ini buat bahasa inggris (karena belepotan dan selalu grogi kalo ngomong), bisa SEDIKIT berkomunikasi sama orang korea pas travel di Busan dan Hongkong. All thanks to drama korea, oppa oppa, saranghae. Waktu pas di Busan sih, skillnya masih level semut, cuma ngerti anyeonghaseo, kamsahamnida, ne, mogo (makan). Udah. Eh sama hwajangsili odieyo (toilet dimana). Modal aplikasi Learn Korea dari App Store. Teehee. Waktu nyasar pas jalan kaki mau ke Shinsegae Department Store (katanya department store terbesar di dunia), udah muter-muter jalan kaki ga nemu, nanya orang lokal sana pake bahasa korea seadanya. Tapi alhamdulillah dia ngerti. Tapi permasalahannya saya ga ngerti apa yang diomongin sama dia. Haha. Sama aja boong. Tapi yang bikin saya seneng, adalah ekspresi muka dia saat dia tau saya berusaha buat bicara bahasa Korea, awalnya kaget dan langsung senyum seolah menghargai saya untuk usaha berkomunikasi dengan bahasa mereka. Mau ga mau juga sih. Di Busan jarraaanggg banget yang bisa bahasa inggris. Kalo di Seoul lumayan banyak sih.

Sama halnya di Hongkong, lumayan kaget sih, karena ternyata banyak orang Korea tinggal di Hongkong. Nah, waktu itu ga sengaja bingung mau cari makan apa, dan akhirnya ketemulah salah satu restoran Korea di pinggir gang kecil. Di sini, saya udah lumayan bisa banyak bicara kata dan kalimat Korea. Jadi, ya lumayan lebih banyak bisa berkomunikasi. Yang ngelayanin waktu itu kayaknya sih satu keluarga, dan yang nyamperin saya kebetulan nenek di keluarga itu, bisa bahasa inggris tapi terbatas. Akhirnya saya coba untuk komunikasi dengan bahasa Korea. And guess what! Her expression is the same expression I saw with the Busan lady 2 years ago. I’m so proud. Dan kali ini komunikasinya bisa dilakukan 2 arah (bukan kayak di Busan waktu itu, ngomong awalnya bahasa Korea, abis dijawab, langsung cengengesan karena ga ngerti balesannya). Dan nenek itu bersama anaknya langsung ngetreat saya seolah-olah saya memang native Korean, like their own daughter.

Dari pengalaman ini lah yang bikin saya gamau sekedar jadi turis di negara orang atau di kota orang, saya mau jadi bagian dari kota atau negara tersebut. Karena, man, kalo kita berusaha sedikitttt aja untuk melihat atau berada di perspektif orang lokal, mereka pun akan menghargai kita dan memperlakukan kita seperti bagian dari mereka. And yes, that feeling is soooo goood, rather than piling up your travelling pictures in your phone galleries or posting bunch of it in social media. My next goal is to learn more languages, and see more local’s perspective in other countries, or better yet, in my own country.

PS: Insya Allah mau ngepost travelling diaries sebelum-sebelumnya, walaupun banyak yang late post sih pastinya. Adios for now!

2 thoughts on “Seeing the local’s perspective

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s